Selasa, 27 Desember 2011
Pesta St. Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil (P)
Oktaf Natal
Pesta St. Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil (P)
Oktaf Natal
Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: ”Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Renungan
Maria Magdalena sangat terpukul. Yesus, yang diyakininya sebagai Mesias, telah ditangkap dan disalibkan. Dia mencintainya dan ia kembali ke kubur untuk meminyaki Tubuh-Nya, untuk memberikan penguburan yang layak.
Tapi ketika ia sampai di sana, ia menemukan bahwa makam itu telah dibuka dan bahwa tubuh Yesus telah hilang. yang dilihatnya hanyalah kain kafan yang telah digunakan membungkus Yesus sebelum Ia dibaringkan di makam.
Pada waktu Yesus masih hidup, Maria telah mendengar Yesus mengatakan lebih dari sekali bahwa Dia akan mati dan bangkit kembali pada hari ketiga. Tetapi pada saat kesedihannya , ia hanya fokus pada kematian dan hilangnya Yesus .Dia merasa yakin bahwa tubuhnya telah dicuri.
Semua janji Yesus, semua keindahan ajaran-Nya, memudar dari ingatannya. Yang ia pikirkan hanya makam yang kosong dan dia kehilangan imannya.
Tapi ketika Yohannes memasuki makam yang sama dan melihat kain pemakaman yang sama, ia percaya (Yohanes 20:8). Sesuatu tercetus dalam ingatannya dan di dalam hatinya.Tidak seperti Maria, yang hanya bisa melihat apa yang ada di depannya, Yohanes melihat melampaui bukti fisik dan percaya bahwa Allah telah melakukan sesuatu yang sangat istimewa. Dia mungkin tidak mengerti sepenuhnya, tetapi dia percaya.
Dengan iman yang ia miliki, ia menunggu dengan sabar apa yang hendak diungkapkan Tuhan . Jauh di lubuk, ia tahu bahwa Yesus tidak akan membiarkan dia sedih dan dia benar.
Hanya dua hari lalu, kita merayakan bahwa Mesias telah lahir di antara kita. Pada setiap Misa, kita ingat bahwa Mesias telah mati bagi kita dan bangkit. Biarkan kebenaran ini menggerakkan Anda untuk menjadi seperti Yohanes yang menunggu dengan penuh semangat dan sabar bagi Yesus untuk menyatakan diri Nya kepada Anda hari ini.
Dan ketika iman Anda lemah, berserulah kepada Tuhan dan katakan kepadanya bahwa Anda mengasihi nya. Berpeganglah teguh pada iman yang Anda miliki, dan nantikanlah Tuhan untuk mengungkapkan dirinya lebih sepenuhnya untuk Anda.
Pada akhirnya, Anda akan menemukan manfaat besar dari Yesus sendiri!

0 komentar:
Posting Komentar