Keblinger

Keblinger
Tampilkan postingan dengan label Renungan harian 24 Desember 2011-Ancaman yang jauh lebih serius yang berasal dari dalam diri sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan harian 24 Desember 2011-Ancaman yang jauh lebih serius yang berasal dari dalam diri sendiri. Tampilkan semua postingan

Renungan harian 24 Desember 2011-Ancaman yang jauh lebih serius yang berasal dari dalam diri sendiri

| Jumat, 23 Desember 2011
Sabtu, 24 Desember 2011
Hari Biasa Khusus Adven (U)
Adam dan Hawa (Manusia Pertama)
pagi-
Mat 1:1-25
.
Bacaan Injil : Luk. 1:67–79
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepas­an baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk ke­selamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, — seperti yang telah difir­­man­kan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus — untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menun­jukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepa­da Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia me­nga­runiai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”
Renungan

Banyak gereja sudah bersiap untuk menampung meluapnya jumlah umat yang datang untuk perayaan Natal. Namun demikian, kenangan akan ledakan bom beberapa tahun yang lalu masih menyisakan ketakutan. Petugas keamanan pun dikerahkan agar kita bisa beribadat tanpa takut. Namun lebih dari itu, ada sebuah ancaman yang jauh lebih serius yang berasal dari dalam diri sendiri. Banyak dari kita mungkin telah melewati hari-hari penantian ini begitu saja tanpa sebuah kesungguhan. Sikap itu jauh lebih berbahaya.

Penindasan atau serangan dari luar bisa dengan mudah dilawan atau dihindari. Sikap tidak peduli terhadap tawaran pertobatan dari Tuhan itu jauh lebih sulit diatasi. Tuhan yang sebenarnya ingin menuntun dan mengokohkan kita pun kita tolak tanpa kita sadari. Namun, belum terlambat. Masih ada harapan bila kita mau membiarkan Tuhan menyinari bagian-bagian diri kita yang masih kita biarkan berada dalam kegelapan. Bila kita terbuka, janji akan adanya surya pagi yang cerah bisa menjadi pengalaman nyata kita.

Yesus, aku menyanyikan kasih setia-Mu selama-lamanya. Kuserahkan kepada-Mu kekerasan hatiku. Berilah aku pengertian lewat pengampunan-Mu. Amin.
Sumber : Ziarah Batin 2011
 

Copyright © 2010 Bacaan Injil Harian