Renungan pagi hari Kamis, 22 Maret 2012
Dalam sejarah hidup orang-orang Kudus, kita ketahui bahwa para kudus menjadi kudus bukan karena mereka sendiri menyatakan dirinya demikian. Allah sendirilah yang mengangkat mereka dan memasukkannya dalam jajaran para kudus lewat Bunda Gereja yang secara resmi mengkanonisasinya. Dengan melihat dan menyaksikan cara hidup dan iman mereka selama di dunia patutlah diberikan ganjaran setimpal kepada mereka dengan cara kanonisasi menjadi kudus. Kanonisasi itu biasanya berlangsung lama sejak kematian mereka atau bahkan bertahun-tahun kemudian setelah mereka wafat. Penetapan kanonisasi orang kudus dimulai dengan mengumpulkan bukti-bukti sahih, akurat, terpercaya, lewat mukjizat-mukjizat yang terjadi pada orang-orang tertentu dan lewat kesaksian-kesaksian orang-orang yang pernah dekat dengan mereka atau orang-orang yang ada sangkut pautnya dengan mereka semasa hidupnya.
Para kudus tidak mengetahui bahwa mereka dikanonisasi menjadi orang kudus karena mereka sudah keburu meninggal. Orang yang di belakang merekalah yang bertindak untuk tugas mulia itu. Tetapi hal ini sangat baik karena kesaksian itu tidak muncul dari mulut para kudus itu sendiri. Jika seandainya mereka mewartakan diri sendiri dan menyatakan bahwa dirinya kudus pastilah kita berkata bahwa kesaksian itu palsu, atau paling tidak kita tak akan gampang percaya. Orang yang menyatakan dirinya baik sebenarnya bukanlah baik, dan orang yang menyatakan dirinya tidak berdosa sebenarnya dia adalah berdosa karena tidak ada manusia yang tidak berdosa. Lebih baiklah kita rendah hati dan melihat diri kita sebagai tidak layak di hadapan Allah. Dan lebih baiklah kita tidak menonjolkan diri kita sendiri di hadapan orang lain supaya kita tidak direndahkan mereka.
Yesus sendiri pun dalam Injil hari ini secara jelas menghindari penonjolan diri ini walaupun Ia sendiri adalah Allah. Ia justru membiarkan orang lain bersaksi tentang diri-Nya: ‘Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar, tetapi ada yang lain yang bersaksi tentang dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar” (Yoh 5:31-32). Lewat kesaksian orang-orang lain yang diilhami oleh Allahlah kita mengenal dan mengetahui siapa Yesus itu sebenarnya. Bahkan kesaksian tentang Yesus sendiri lebih hebat dari para kudus. Jika para kudus diberi kesaksian dan kanonisasi setelah kematiannya, Yesus bahkan lebih spektakuler, karena sebelum kelahiran-Nya pun Dia sudah dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama. Musa sendiri telah mencatat tentangNya dalam kitab-kitabnya (bdk. Yoh 5:46-47). Dengan kesaksian para orang terpercaya ini kita semakin diyakinkan tentang Keallahan Yesus. Ia adalah Putra Allah sendiri yang turun ke bumi menjadi manusia, yang telah diramalkan oleh para nabi dan hal itu dipertegas kembali setelah kelahiran, wafat dan kebangkitanNya yang mulia. Dia tidak bersaksi mewartakan diriNya sendiri, tetapi membiarkan orang lain menyatakan siapa diriNya yang sesungguhnya.
Sabda Yesus ini pun mengajarkan kepada kita semua kerendahan hati dengan tidak menonjolkan diri kita di hadapan Allah dan sesama kita. Jika kita ingin dikenal hebat dan baik, biarlah kita bertindak baik dan tidak perlu mengucapkannya bahkan memamerkannya di hadapan orang lain. Orang yang melihat dan mengalami kebersamaan dengan kita akan menilainya sendiri. Mereka akan memberi kesaksian tentang kita, dan kesaksian mereka bisa lebih dipercaya. Biarlah Allah sendiri dan teman-teman kita mengatakan kita baik dan saleh, karena penilaian itu akan dengan sendirinya muncul dari penglihatan dan pengalaman mereka. Janganlah kita gemar menuliskan kebaikan-kebaikan kita tetapi lebih bergunalah ketika kita menuliskan kekurangan dan keburukan kita supaya kita berjuang untuk semakin baik lagi. Lebih baik kita menuliskan kebaikan orang lain daripada kebaikan kita sendiri. Seorang guru spiritual berkata: “Tuliskanlah kebaikanmu di atas pasir pantai, tetapi ukirlah keburukanmu di atas batu”. Kiranya maksud dari kalimat itu jelas, yakni supaya kita tidak larut mengingat-ingat kebaikan kita, tetapi lebih baik merefleksi lebih lama keburukan dan dosa kita. Semoga Sabda Tuhan hari ini membimbing kita semakin rendah hati dan tidak menyombongkan diri. Orang lain akan melihat kebaikan kita dan menyatakannya di hadapan umum. Dengan demikian kesaksian mereka itu akan lebih bermutu daripada kesaksian kita sendiri. Tuhan memberkati.
Deus Meus et Omnia
TULISLAH KEBAIKANMU DI ATAS PASIR, UKIRLAH KEBURUKANMU DI ATAS BATU
Diposting oleh
Denny
|
Kamis, 29 Maret 2012
Surat Gembala Prapaskah 2011 Uskup Agung Jakarta
Diposting oleh
Denny
|
Senin, 27 Februari 2012
SELASA, 01 MARET 2011
"MARI BERBAGI - MENUJU PERWUJUDAN DIRI SEJATI"
Saudara-saudari Umat katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih,
1. Bersama-sama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah. Secara khusus, selama masa Prapaskah kita diajak untuk menyiapkan diri agar pada hari Paskah, kita dapat mengalami secara baru, rahmat keselamatan yang dianugerahkan oleh Allah pada waktu kita dibaptis. Peziarahan rohani ini akan menjadi semakin bermakna kalau ditanda dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih yang tulus. Dengan demikian kita; dapat memetik buah-buah penebusan yang menjadi nyata dalam hidup dari yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita. Dengan menerima hidup baru itu kita semakin mempunyai "pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalan Kristus Yesus" (Flp 2:5), semakin mencapai "kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus" (Ef 4:13). Dengai demikian, Prapaskah adalah masa penuh rahmat ketika kita bersama-sama dengan seluruh Gereja, mengayunkan langkah-langkah kita semakin mantap dalam mengikuti Yesus Kristus. Untuk kepentingan ini, sudah disediakan sarana-sarana pembantu antara lain berupa buku yang berjudul "Retret Agung Umat - Mari Berbagi. Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan"
2. Masa Prapaskah tahun ini kita jalani ketika Gereja Katolik Indonesia mensyukuri Ulang Tahun ke-50 terbentuknya Hirarki, tepatnya pada tanggal 3 hari yang lalu. Limapuluh tahun yang lalu, Pimpinan Gereja Katolik mutuskan untuk mendirikan Hirarki Gereja Katolik Indonesia karena yakin Bahwa Gereja Katolik Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi gereja yang dewasa, dengan berbagai kekayaan artinya. Salah satunya adalah kemampuan untuk berkembang menjadi Gereja yang merupakan bagian tak pisahkan dari masyarakat dan bangsa Indonesia dengan segala kegembiraan dan harapan serta keprihatinan dan kecemasannya. Sementara itu Keuskupan Agung Jakarta, keuskupan kita, sedang menegaskan kembali cita-cita yang dirumuskan dalam Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta, yaitu untuk terus berusaha meneguhkan iman kepada Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih. Sejalan dengan cita-cita , dan mempertimbangkan kenyataan hidup di negara kita pada umumnya dan wilayah Keuskupan Agung Jakarta pada khususnya, ditetapkanlah tema Aksi asa Pembangunan "Mari Berbagi". Yang menjadi pertanyaan sekaligus bahan renungan ialah, bagaimana gagasan-gagasan itu, dalam terang Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini, bisa menjadi bekal bagi kita untuk menjadikan masa Prapaskah ini penuh dengan berkat.
Saudari-saudaraku yang terkasih,
3. Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini dapat meneguhkan pokok-pokok perenungan kita itu. Pimpinan Gereja Katolik mendirikan Hirarki Gereja katolik di Indonesia karena yakin bahwa Gereja Indonesia mampu berkembang menjadi Gereja yang dewasa. Seperti apakah Gereja yang dewasa itu? Menurut kata-kata Injil hari ini, Gereja yang dewasa ialah Gereja yang mendengarkan perkataan Yesus dan melakukan-Nya. Dengan demikian Gereja meletakkan hidupnya pada dasar yang kokoh, seperti orang yang mendirikan rumah di atas tu. Pertanyaan berikutnya muncul : apakah artinya meletakkan hidup pada dasar yang kokoh itu? Jawabannya bermacam-macam. Salah satu jawabannya dapat kita ambil dari Kitab Ulangan yang tadi kita dengarkan : kemampuan untuk memilih berkat, bukan kutuk, kemampuan untuk memilih yang baik dan uar, bukan sekedar yang gampang dan enak. Dengan kata lain, Gereja yang dewasa adalah Gereja - artinya kita semua - yang rajin dan tekun mendengarkan Sabda (bukan sekedar mendengar) untuk mencari dan menemukan kehendak Allah di dalamnya. Dengan demikian hati dan budi kita dicerahkan. Sesudah hati dan budi kita dicerahkan, kita membuat ketetapan hati. Ketetapan hati kita bersama inilah yang dirumuskan dalam Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta. Ketetapan hati kita adalah memilih berkat. Berkat itulah yang ingin kita wujudkan bersama dengan semboyan "Mari Berbagi" yang akan kita jalankan bersama khususnya selama masa Prapaskah ini.
4. Salah satu bahan pendukung untuk memperkaya masa Prapaskah ini adalah satu buku yang merupakan kumpulan tulisan yang diberi judul "Mari Berbagi - Menuju Perwujudkan Diri Sejati". Judul buku ini dan tulisan-tulisan yang ada di dalamnya mengajak kita bertanya, seperti apakah jati diri kita sebagai murid- murid Yesus? Mengenai jati diri manusia, ada juga berbagai macam pendapat. Ada yang mengatakan "Saya berpikir maka saya ada". Bagi yang mengikuti aliran ini, jati diri manusia, hakekat kemanusiaan atau kemuliaan manusia terletak pada kemampuannya berpikir. Ada pula yang mengatakan, "Saya membeli, maka saya ada" atau "Saya berkuasa, maka saya ada". Judul buku yang saya sebut di atas mengajak kita semua untuk menemukan jati diri atau kemuliaan kita sebagai murid-murid Kristus di tempat yang lain. Kita diajak untuk sampai kepada keyakinan "Saya bukanlah kekuasaan yang dapat saya peroleh, atau milik yang dapat saya kumpulkan. Saya adalah berkat yang dapat saya bagikan dalam belarasa".
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bahwa jati diri manusia dan kemuliaannya terletak dalam kerelaan untuk berbagi, terungkap dalam begitu banyak kisah-kisah kuno. Kisah-kisah seperti itu mengungkapkan kerinduan hati manusia yang terdalam. Salah satunya adalah kisah tentang seorang calon murid yang ingin berguru pada seorang guru bijaksana untuk menjadi manusia mulia. Untuk itu ia pergi kepada seorang guru yang dikenal amat bijaksana. Ia bertanya, "Guru, apa yang harus saya tempuh agar saya menjadi manusia mulia". Guru itu menjawab dengan membisikkan suatu mantra, sambil berpesan agar tidak memberitahukan mantra itu kepada siapa pun juga. Calon murid itu bertanya lagi kepada sang guru, "Apa yang akan terjadi kalau saya memberitahukan mantra ini kepada orang lain". Sang guru menjawab, "Orang yang mendengar mantra ini, hati dan budinya akan tercerahkan. Tetapi engkau sendiri akan diusir dari perguruan ini dan menderita". Sesudah mendengar jawaban sang guru, calon murid itu pergi ke tempat-tempat yang ramai dan memberitahukan mantra itu kepada semua orang yang ia jumpai. Benar, hati dan budi orang-orang yang mendengar mantra itu tercerahkan, wajah mereka menjadi bersinar memancarkan kebahagiaan. Murid- murid yang lain protes dan menuntut agar sang guru mengusir calon murid ini. Kepada mereka sang guru menjawab, "Dia tidak perlu lagi menjadi murid, dia sudah bisa menjadi guru". Pesan dongeng ini jelas : jalan menuju kesempurnaan dan kemuliaan sebagai manusia ialah berbagi kehidupan, kalau perlu dengan berani menanggung risiko. Kita mempunyai yang bukan dongeng, yaitu Yesus ristus yang telah membagikan hidup-Nya bagi damai sejahtera kita. Berarti, dalam diri Yesus-lah kerinduan hati kita yang terdalam terpenuhi. Membangun hidup sehati dan seperasaan dengan Yesus inilah yang kita pupuk secara khusus dalam masa Prapaskah dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih.
Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur. Marilah kita gunakan kesempatan pertemuan dan ihan-bahan yang sudah disediakan dengan sebaik-baiknya. Semoga masa :apaskah ini menjadi masa yang penuh rahmat bagi kita masing-masing, bagi keluarga dan komunitas kita. Tuhan memberkati.
Jakarta, Maret 2011
+ I. Suharyo
Uskup KAJ
Saudara-saudari Umat katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih,
1. Bersama-sama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah. Secara khusus, selama masa Prapaskah kita diajak untuk menyiapkan diri agar pada hari Paskah, kita dapat mengalami secara baru, rahmat keselamatan yang dianugerahkan oleh Allah pada waktu kita dibaptis. Peziarahan rohani ini akan menjadi semakin bermakna kalau ditanda dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih yang tulus. Dengan demikian kita; dapat memetik buah-buah penebusan yang menjadi nyata dalam hidup dari yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita. Dengan menerima hidup baru itu kita semakin mempunyai "pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalan Kristus Yesus" (Flp 2:5), semakin mencapai "kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus" (Ef 4:13). Dengai demikian, Prapaskah adalah masa penuh rahmat ketika kita bersama-sama dengan seluruh Gereja, mengayunkan langkah-langkah kita semakin mantap dalam mengikuti Yesus Kristus. Untuk kepentingan ini, sudah disediakan sarana-sarana pembantu antara lain berupa buku yang berjudul "Retret Agung Umat - Mari Berbagi. Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan"
2. Masa Prapaskah tahun ini kita jalani ketika Gereja Katolik Indonesia mensyukuri Ulang Tahun ke-50 terbentuknya Hirarki, tepatnya pada tanggal 3 hari yang lalu. Limapuluh tahun yang lalu, Pimpinan Gereja Katolik mutuskan untuk mendirikan Hirarki Gereja Katolik Indonesia karena yakin Bahwa Gereja Katolik Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi gereja yang dewasa, dengan berbagai kekayaan artinya. Salah satunya adalah kemampuan untuk berkembang menjadi Gereja yang merupakan bagian tak pisahkan dari masyarakat dan bangsa Indonesia dengan segala kegembiraan dan harapan serta keprihatinan dan kecemasannya. Sementara itu Keuskupan Agung Jakarta, keuskupan kita, sedang menegaskan kembali cita-cita yang dirumuskan dalam Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta, yaitu untuk terus berusaha meneguhkan iman kepada Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih. Sejalan dengan cita-cita , dan mempertimbangkan kenyataan hidup di negara kita pada umumnya dan wilayah Keuskupan Agung Jakarta pada khususnya, ditetapkanlah tema Aksi asa Pembangunan "Mari Berbagi". Yang menjadi pertanyaan sekaligus bahan renungan ialah, bagaimana gagasan-gagasan itu, dalam terang Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini, bisa menjadi bekal bagi kita untuk menjadikan masa Prapaskah ini penuh dengan berkat.
Saudari-saudaraku yang terkasih,
3. Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini dapat meneguhkan pokok-pokok perenungan kita itu. Pimpinan Gereja Katolik mendirikan Hirarki Gereja katolik di Indonesia karena yakin bahwa Gereja Indonesia mampu berkembang menjadi Gereja yang dewasa. Seperti apakah Gereja yang dewasa itu? Menurut kata-kata Injil hari ini, Gereja yang dewasa ialah Gereja yang mendengarkan perkataan Yesus dan melakukan-Nya. Dengan demikian Gereja meletakkan hidupnya pada dasar yang kokoh, seperti orang yang mendirikan rumah di atas tu. Pertanyaan berikutnya muncul : apakah artinya meletakkan hidup pada dasar yang kokoh itu? Jawabannya bermacam-macam. Salah satu jawabannya dapat kita ambil dari Kitab Ulangan yang tadi kita dengarkan : kemampuan untuk memilih berkat, bukan kutuk, kemampuan untuk memilih yang baik dan uar, bukan sekedar yang gampang dan enak. Dengan kata lain, Gereja yang dewasa adalah Gereja - artinya kita semua - yang rajin dan tekun mendengarkan Sabda (bukan sekedar mendengar) untuk mencari dan menemukan kehendak Allah di dalamnya. Dengan demikian hati dan budi kita dicerahkan. Sesudah hati dan budi kita dicerahkan, kita membuat ketetapan hati. Ketetapan hati kita bersama inilah yang dirumuskan dalam Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta. Ketetapan hati kita adalah memilih berkat. Berkat itulah yang ingin kita wujudkan bersama dengan semboyan "Mari Berbagi" yang akan kita jalankan bersama khususnya selama masa Prapaskah ini.
4. Salah satu bahan pendukung untuk memperkaya masa Prapaskah ini adalah satu buku yang merupakan kumpulan tulisan yang diberi judul "Mari Berbagi - Menuju Perwujudkan Diri Sejati". Judul buku ini dan tulisan-tulisan yang ada di dalamnya mengajak kita bertanya, seperti apakah jati diri kita sebagai murid- murid Yesus? Mengenai jati diri manusia, ada juga berbagai macam pendapat. Ada yang mengatakan "Saya berpikir maka saya ada". Bagi yang mengikuti aliran ini, jati diri manusia, hakekat kemanusiaan atau kemuliaan manusia terletak pada kemampuannya berpikir. Ada pula yang mengatakan, "Saya membeli, maka saya ada" atau "Saya berkuasa, maka saya ada". Judul buku yang saya sebut di atas mengajak kita semua untuk menemukan jati diri atau kemuliaan kita sebagai murid-murid Kristus di tempat yang lain. Kita diajak untuk sampai kepada keyakinan "Saya bukanlah kekuasaan yang dapat saya peroleh, atau milik yang dapat saya kumpulkan. Saya adalah berkat yang dapat saya bagikan dalam belarasa".
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bahwa jati diri manusia dan kemuliaannya terletak dalam kerelaan untuk berbagi, terungkap dalam begitu banyak kisah-kisah kuno. Kisah-kisah seperti itu mengungkapkan kerinduan hati manusia yang terdalam. Salah satunya adalah kisah tentang seorang calon murid yang ingin berguru pada seorang guru bijaksana untuk menjadi manusia mulia. Untuk itu ia pergi kepada seorang guru yang dikenal amat bijaksana. Ia bertanya, "Guru, apa yang harus saya tempuh agar saya menjadi manusia mulia". Guru itu menjawab dengan membisikkan suatu mantra, sambil berpesan agar tidak memberitahukan mantra itu kepada siapa pun juga. Calon murid itu bertanya lagi kepada sang guru, "Apa yang akan terjadi kalau saya memberitahukan mantra ini kepada orang lain". Sang guru menjawab, "Orang yang mendengar mantra ini, hati dan budinya akan tercerahkan. Tetapi engkau sendiri akan diusir dari perguruan ini dan menderita". Sesudah mendengar jawaban sang guru, calon murid itu pergi ke tempat-tempat yang ramai dan memberitahukan mantra itu kepada semua orang yang ia jumpai. Benar, hati dan budi orang-orang yang mendengar mantra itu tercerahkan, wajah mereka menjadi bersinar memancarkan kebahagiaan. Murid- murid yang lain protes dan menuntut agar sang guru mengusir calon murid ini. Kepada mereka sang guru menjawab, "Dia tidak perlu lagi menjadi murid, dia sudah bisa menjadi guru". Pesan dongeng ini jelas : jalan menuju kesempurnaan dan kemuliaan sebagai manusia ialah berbagi kehidupan, kalau perlu dengan berani menanggung risiko. Kita mempunyai yang bukan dongeng, yaitu Yesus ristus yang telah membagikan hidup-Nya bagi damai sejahtera kita. Berarti, dalam diri Yesus-lah kerinduan hati kita yang terdalam terpenuhi. Membangun hidup sehati dan seperasaan dengan Yesus inilah yang kita pupuk secara khusus dalam masa Prapaskah dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih.
Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur. Marilah kita gunakan kesempatan pertemuan dan ihan-bahan yang sudah disediakan dengan sebaik-baiknya. Semoga masa :apaskah ini menjadi masa yang penuh rahmat bagi kita masing-masing, bagi keluarga dan komunitas kita. Tuhan memberkati.
Jakarta, Maret 2011
+ I. Suharyo
Uskup KAJ
Renungan: “MANAKAH BUAH-BUAH PERTOBATANMU?”
Diposting oleh
Denny
|
Jumat, 24 Februari 2012
Gereja Katolik.
Sabtu, 25 Februari 2012
Peringatan St. Walburga dan St.Caesarius
Luk.5:27-32;
Tentunya setiap orang (harap demikian) merencanakan bahkan telah melakukan pertobatan di awal masa prapaskah, masa yang penuh rahmat ini. Meskipun demikian, baiklah di pagi ini, kita bercermin diri pada pengalaman “Levi” dan bertanya, manakah buah-buah pertobatanku?
Setelah mendapatkan panggilan dari Yesus, Levi pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti suara Dia yang memanggilnya. Buah syukur dan pertobatannya dibuat dalam sebuah perayaan di rumahnya, mengundang sesama pendosa untuk merasakan kehangatan cinta dan kemurahan dari Dia Yang berkuasa mengampuni dosa dengan harapan agar mereka pun dapat bertobat seperti dirinya.
Lalu, kita bertanya diri pagi ini; “Telah sekian lama aku mengenal Yesus, apakah sudah cukup alasan bagiku untuk bertobat?”
Lihatlah buah-buah pertobatanmu dalam hal-hal berikut ini;
Bertobat berarti meninggalkan dunia/hidup dan manusia lama menuju yang baru. Levi berani meninggalkan dunia yang penuh dengan praktek kecurangan dan ketidakadilan menuju hidup baru bersama dan dalam Yesus. Inilah tindakan peralihan hidup dari yang lama, penuh dosa menuju yang baru dalam kekudusan (pemusatan hidup pada Kristus).
Bertobat berarti kemampuan untuk menjadikan diri sebagai teladan dan panutan bagi orang lain dalam kekudusan. Lewat undangan Levi kepada Yesus untuk makan di rumahnya, ia telah mengundang Yesus untuk merajai hati dan hidupnya. Dan, sungguh terjadi bahwa pertobatannya menjadi jalan bagi sesama pendosa untuk datang, duduk makan dan merasakan kehangatan pengampunan dari Yesus.
Karena itu, saya hanya mengingatkan engkau sebagai saudaraku di pagi ini; “Memang Yesus datang untuk orang berdosa, tapi adalah lebih menyakitkan jika kita menjadikan diri sebagai pendosa untuk mendapatkan pengampunan-Nya.”
Selamat berakhir pekan untuk semua sahabat,
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Sabtu, 25 Februari 2012
Peringatan St. Walburga dan St.Caesarius
Luk.5:27-32;
Tentunya setiap orang (harap demikian) merencanakan bahkan telah melakukan pertobatan di awal masa prapaskah, masa yang penuh rahmat ini. Meskipun demikian, baiklah di pagi ini, kita bercermin diri pada pengalaman “Levi” dan bertanya, manakah buah-buah pertobatanku?
Setelah mendapatkan panggilan dari Yesus, Levi pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti suara Dia yang memanggilnya. Buah syukur dan pertobatannya dibuat dalam sebuah perayaan di rumahnya, mengundang sesama pendosa untuk merasakan kehangatan cinta dan kemurahan dari Dia Yang berkuasa mengampuni dosa dengan harapan agar mereka pun dapat bertobat seperti dirinya.
Lalu, kita bertanya diri pagi ini; “Telah sekian lama aku mengenal Yesus, apakah sudah cukup alasan bagiku untuk bertobat?”
Lihatlah buah-buah pertobatanmu dalam hal-hal berikut ini;
Bertobat berarti meninggalkan dunia/hidup dan manusia lama menuju yang baru. Levi berani meninggalkan dunia yang penuh dengan praktek kecurangan dan ketidakadilan menuju hidup baru bersama dan dalam Yesus. Inilah tindakan peralihan hidup dari yang lama, penuh dosa menuju yang baru dalam kekudusan (pemusatan hidup pada Kristus).
Bertobat berarti kemampuan untuk menjadikan diri sebagai teladan dan panutan bagi orang lain dalam kekudusan. Lewat undangan Levi kepada Yesus untuk makan di rumahnya, ia telah mengundang Yesus untuk merajai hati dan hidupnya. Dan, sungguh terjadi bahwa pertobatannya menjadi jalan bagi sesama pendosa untuk datang, duduk makan dan merasakan kehangatan pengampunan dari Yesus.
Karena itu, saya hanya mengingatkan engkau sebagai saudaraku di pagi ini; “Memang Yesus datang untuk orang berdosa, tapi adalah lebih menyakitkan jika kita menjadikan diri sebagai pendosa untuk mendapatkan pengampunan-Nya.”
Selamat berakhir pekan untuk semua sahabat,
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Renungan Pagi: “YESUSLAH ALASAN SUKA CITA JIWAMU”
Diposting oleh
Denny
|
Kamis, 23 Februari 2012
From: Gereja Katolik.

Jumat, 24 Februari 2012
Peringatan St. Lucius dan Montanus, dkk.
Mat.9:14-15;
Tak dapat disangkal bahwa problem dan penderitaan hidup selalu menjadi alasan bagi kita untuk bersedih. Menangislah bila kesedihan itu melandamu. Akan tetapi, pagi ini, ada berita gembira bagimu bahwa Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai alasan suka cita jiwamu. Dialah alasan mengapa kita harus berbalik dari duka kepada suka, dari derita kepada kebahagiaan, dari kegelapan menuju terang. Mengapa? Karena Ia datang dari Allah agar menerangi dunia dan hati kita yang gelap karena dosa. Ia datang untuk menawarkan suka cita jiwa. Ia datang agar kita mempunyai alasan dan dasar untuk berbahagia baik di dunia ini maupun akhirat nanti.
Inilah alasan mengapa ketika ada yang bertanya, mengapa murid-murid-Mu tidak berpuasa dan berpantang, Ia pun menjawab mereka; Masakan Aku di sini, bersama dengan mereka, dan mereka harus bermuram muka seperti mereka yang tidak berpengharapan? Tidak! Mereka tidak harus bersedih. Sebaliknya, mereka harus bersuka cita karena dan bersama-Ku.
Oleh karena itu, ketika kita memiliki Yesus di dalam hati kita, maka hendaknya kehadiran-Nya memaknai tindakan puasa dan pantang kita di masa ini. Puasa dan pantang bukan sekedar karena ingin memenuhi aturan hukum, melainkan lebih dari itu, Yesus yang ada di dalam hati dan jiwamu menjadi alasan untuk membuatmu lebih baik, membuatmu lebih bermurah hati, dan akhirnya membuatmu lebih mencintai di masa yang penuh rahmat ini. Memiliki Yesus di dalam hatimu, hendaknya membuat puasa dan pantangmu di masa ini menjadi kesempatan untuk berbagi dengan yang miskin dan papa, berbelas kasih kepada yang menderita, dan akhirnya membuat jiwamu tetap bercahaya di zaman yang semakin menantang imanmu kepada-Nya.
Semoga saja di masa puasa dan pantang ini, yang lain kita kurangi bahkan lepaskan dari pikiran, hati dan jiwa kita, agar Yesus mempunyai tempat di sana. Biarlah yang lain keluar dari dalam jiwa agar Ia sendiri datang, tinggal dan merajainya.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Jumat, 24 Februari 2012
Peringatan St. Lucius dan Montanus, dkk.
Mat.9:14-15;
Tak dapat disangkal bahwa problem dan penderitaan hidup selalu menjadi alasan bagi kita untuk bersedih. Menangislah bila kesedihan itu melandamu. Akan tetapi, pagi ini, ada berita gembira bagimu bahwa Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai alasan suka cita jiwamu. Dialah alasan mengapa kita harus berbalik dari duka kepada suka, dari derita kepada kebahagiaan, dari kegelapan menuju terang. Mengapa? Karena Ia datang dari Allah agar menerangi dunia dan hati kita yang gelap karena dosa. Ia datang untuk menawarkan suka cita jiwa. Ia datang agar kita mempunyai alasan dan dasar untuk berbahagia baik di dunia ini maupun akhirat nanti.
Inilah alasan mengapa ketika ada yang bertanya, mengapa murid-murid-Mu tidak berpuasa dan berpantang, Ia pun menjawab mereka; Masakan Aku di sini, bersama dengan mereka, dan mereka harus bermuram muka seperti mereka yang tidak berpengharapan? Tidak! Mereka tidak harus bersedih. Sebaliknya, mereka harus bersuka cita karena dan bersama-Ku.
Oleh karena itu, ketika kita memiliki Yesus di dalam hati kita, maka hendaknya kehadiran-Nya memaknai tindakan puasa dan pantang kita di masa ini. Puasa dan pantang bukan sekedar karena ingin memenuhi aturan hukum, melainkan lebih dari itu, Yesus yang ada di dalam hati dan jiwamu menjadi alasan untuk membuatmu lebih baik, membuatmu lebih bermurah hati, dan akhirnya membuatmu lebih mencintai di masa yang penuh rahmat ini. Memiliki Yesus di dalam hatimu, hendaknya membuat puasa dan pantangmu di masa ini menjadi kesempatan untuk berbagi dengan yang miskin dan papa, berbelas kasih kepada yang menderita, dan akhirnya membuat jiwamu tetap bercahaya di zaman yang semakin menantang imanmu kepada-Nya.
Semoga saja di masa puasa dan pantang ini, yang lain kita kurangi bahkan lepaskan dari pikiran, hati dan jiwa kita, agar Yesus mempunyai tempat di sana. Biarlah yang lain keluar dari dalam jiwa agar Ia sendiri datang, tinggal dan merajainya.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
PERATURAN PUASA DAN PANTANG 2012
Diposting oleh
Denny
|
~ Hari Puasa tahun 2012 ini akan dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 22 Februari dan Jumat Agung tanggal 6 April.
Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh jumat selama Masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.
~Yang WAJIB BERPUASA ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun ke atas sampai awal tahun ke-60.
Yang WAJIB BERPANTANG ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.
~ Puasa dalam arti Yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti Yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok. Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami ANJURKAN, agar SECARA PRIBADI atau BERSAMA-SAMA, misalnya oleh seluruh keluarga, atau seluruh lingkungan, atau seluruh wilayah, ditetapkan cara puasa dan pantang lebih berat, yang DIRASAKAN LEBIH SESUAI dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Tentu saja KETETAPAN YANG DIBUAT SENDIRI TIDAK MENGIKAT DENGAN SANGSI DOSA.
~ Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman Kristiani baik secara pribadi maupun bersama-sama mengusahakan PEMBAHARUAN HIDUP ROHANI, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat Jalan Salib, meditasi dan sebagainya.
~ Salah satu ungkapan tobat bersama dalam Masa Prapaskah ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak pembaruan pribadi serta peningkatan solidaritas pada tingkat paroki, keuskupan dan nasional.
"Fiat lux!"--"Jadilah terang."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan]
JADWAL MISA RABU ABU 2012 SE-INDONESIA Format: Keuskupan_Paroki_Jadwal Misa
Diposting oleh
Denny
|
Selasa, 21 Februari 2012
(Tolong ditambahkan jika blum masuk)
KEUSKUPAN AMBOINA
Paroki Ternate- St. Willibrordus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WITA
Paroki Tobelo- St. Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
KEUSKUPAN ATAMBUA
Paroki Eban- St. Perawan Maria Diangkat ke Surga:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00 WITA
Paroki Noemuti- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00 WITA
KEUSKUPAN BANDUNG
Paroki Buah Batu- Hati Tak Bernoda St. Perawan Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Cikutra- St. Odilia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 08.00, 18.00 WIB
Paroki Cirebon- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Dukuh Semar- Bunda Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WIB
Paroki Gandarusa- St. Gabriel:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Kamuning- Salib Suci:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 07.30, 18.00 WIB
Paroki Karawang- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Stasi Resinda- St. Marinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Katedral- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 07.15, 09.15, 11.15, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Lembang- St. Maria Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Margahayu- St. Martinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00, 17.00, 20.00 WIB
Paroki Melania- St. Melania:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00, 18.00 WIB
Paroki Mohammad Toha- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 07.30, 09.30, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Pandu- St. Perawan Maria Sapta Kedukaan:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Purwakarta- Salib Suci:
Stasi Cikampek- St. Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Subang- Kristus Sang Penabur:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Sukajadi- St. Laurentius:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Tasikmalaya- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WIB
Paroki Waringin- St. Mikael:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.30, 09.15, 11.00, 18.00 WIB
Lain-lain:
Unika Parahyangan:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 10.00 WIB
KEUSKUPAN BANJARMASIN
Paroki Katedral- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WITA
Paroki Kelayan- St. Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WITA
KEUSKUPAN BOGOR
Paroki Cibinong- Keluarga Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.00, 18.00 WIB
Paroki Cileungsi- Maria Bunda Segala Bangsa:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00, 20.00 WIB
Stasi Jonggol- St. Arnoldus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Cinere- St. Matias:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30, 20.30 WIB
Paroki Cipanas- St. Maria Ratu Para Malaikat:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Kapel Pacet- St. Klara:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00 WIB
Kapel Sindanglaya- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45 WIB
Paroki Depok Jaya- St. Herkulanus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Depok Lama- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.30, 20.00 WIB
Paroki Depok Timur- St. Markus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 19.00 WIB
Paroki Katedral- St. Perawan Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00, 17.00, 19.30 WIB
Stasi Semplak- St. Ignatius Loyola:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Kelapa Dua- St. Thomas:
Stasi Sukatani- Bunda Maria Ratu:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Serang- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WIB
Paroki Sukasari- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 17.00, 19.00 WIB
Kapel Bondongan- St. Maria Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.00 WIB
KEUSKUPAN DENPASAR
Paroki Ampenan- St. Antonius Padua:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Babakan- Roh Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Katedral- Roh Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WITA
Paroki Kepundung- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WITA
Paroki Kuta- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Mataram- St. Maria Immaculata:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Negara- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Praya- St. Yohanes Penginjil:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Sumbawa Besar- Sang Penebus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Tabanan- St. Maria Immaculata:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Tuka- Tritunggal Mahakudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
KEUSKUPAN AGUNG ENDE
Paroki Onekore- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 09.00, 11.00, 16.30 WITA
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA
Paroki Alam Sutra- St. Laurentius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00, 20.00 WIB
Paroki Bekasi- St. Arnoldus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Bidaracina- St. Antonius Padua:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 07.30, 16.00, 17.45, 19.30 WIB
Stasi Halim Perdana Kusuma- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Bintaro- St. Matius Penginjil:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 11.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Bintaro Sektor IX- St. Maria Regina:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 12.00, 19.30 WIB
Paroki Blok B- St. Yohanes Penginjil:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15, 08.00, 12.00, 18.00, 20.00 WIB
Paroki Blok Q- St. Perawan Maria Ratu:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 12.00, 18.00 WIB
Paroki Bojong Indah- St. Thomas Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 10.00, 12.00, 15.00, 17.30, 20.00 WIB
Paroki Cempaka Putih- St. Paskalis:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 12.00, 17.30, 19.30 WIB
Paroki Cijantung- St. Aloysius Gonzaga:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Cikarang- Ibu Theresa:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 19.00 WIB
Paroki Ciledug- St. Bernadeth:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB (Aula Tarakanita)
Paroki Cilincing- Salib Suci:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 09.00, 18.00 WIB
Paroki Cengkareng- Trinitas:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00, 20.00 WIB
Stasi Dadap- St. Vincentius Palloti:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.30 WIB
Kapel Kodam- St. Maria Ratu Surga:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Cilandak- St. Stefanus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 09.30 (Bhs. Inggris), 12.00, 19.00 WIB
Paroki Cilangkap- St. Yohanes Maria Vianney:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00, 19.00 WIB
Paroki Cililitan- St. Robertus Bellarminus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.15, 19.00 WIB
Paroki Ciputat- St. Nikodemus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Citra Raya- St. Odilia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.30 WIB
Paroki Curug- St. Helena:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00, 20.00 WIB
Paroki Danau Sunter- St. Yohanes Bosco:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 19.00 WIB
Paroki Duren Sawit- St. Anna:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00, 20.30 WIB
Paroki Grogol- St. Kristoforus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.00, 10.00, 12.00, 16.30, 19.00 WIB
Stasi Grogol- St. Polikarpus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Jalan Malang- St. Ignatius Loyola:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 07.30, 17.30, 20.00 WIB
Paroki Jatiwaringin- St. Leo Agung:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 19.00 WIB
Paroki Kampung Duri- Damai Kristus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 09.00, 17.00, 20.00 WIB
Paroki Kampung Sawah- St. Servatius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 10.00, 18.00 WIB
Paroki Karawaci- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 11.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Katedral- St. Perawan Maria Diangkat Ke Surga:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 12.00, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Kedoya- St. Andreas:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 12.00, 16.30, 19.00 WIB
Paroki Kelapa Gading- St. Yakobus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 12.00, 19.00 WIB
Stasi Andreas Kim Tae Gon- St. Andreas Kim Tae Gon:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 19.00 WIB
Stasi Pegangsaan- St. Yakobus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Kemakmuran- Bunda Hati Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 12.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Kemanggisan- Maria Bunda Karmel:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.30, 09.30, 11.00, 19.00 WIB (Di Gereja dan Auditorium)
Stasi Taman Anggrek- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 20.00 WIB
Paroki Kramat- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WIB
Kapel RS Carolus- St. Carolus Borromeus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Kranji- St. Mikael:
Stasi Harapan Indah- St. Albertus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 19.00 WIB
Paroki Mahasiswa Unika Atma Jaya- St. Albertus Magnus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 08.30, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00 WIB
Paroki Mangga Besar- St. Petrus & Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 12.00, 18.00, 20.00 WIB
Paroki Matraman- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 17.00, 19.00 WIB
Kapel Jatinegara- Gembala Yang Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45 WIB
Paroki Meruya- Maria Kusuma Karmel:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 16.30, 19.00 WIB
Paroki Pademangan- St. Alfonsus Rodriguez:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Pamulang- Rasul Barnabas:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 09.00, 19.00 WIB
Paroki Pasar Minggu- Keluarga Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00, 20.00 WIB
Paroki Pulogebang- St. Gabriel:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Pulomas- St. Bonaventura;
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Paroki Rawamangun- Keluarga Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 18.30 WIB
Paroki Slipi- Kristus Salvator:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 11.30, 17.00, 20.00 WIB
Paroki Taman Galaksi- St. Bartholomeus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 19.00 WIB
Kapel Marsudirini, Kemang Pratama:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45 WIB
Paroki Taman Permata- St. Helena:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 12.00 WIB
Paroki Tanjung Priok- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Tebet- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 12.00, 18.30 WIB
Paroki Serpong- St. Monika:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00, 19.30 WIB
Paroki Sunter- St. Lukas:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 07.00, 17.00, 20.00 WIB
Paroki Tangerang- Hati St. Perawan Maria Tak Bernoda:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00, 19.30 WIB
Stasi Kota Bumi- St. Gregorius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30, 20.30 WIB
Paroki Tanjung Priuk- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.30 WIB
Kapel Warakas- Maria Bintang Laut:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00 WIB
Paroki Theresia- St. Theresia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 07.00, 08.30, 12.00, 18.00, 19.30 WIB
Paroki Toasebio- St. Maria Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.30, 19.00 WIB
Lain-lain:
Toko Rohani Obor, Gunung Sahari:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00 WIB
KEUSKUPAN JAYAPURA
Paroki Abepura- Gembala Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15, 17.00 WIT
Paroki Argapura- St. Petrus & Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WIT
Paroki Kotaraja- Kristus Juruselamat:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIT
KEUSKUPAN KETAPANG
Paroki Katedral- St. Gemma Galgani:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 10.00, 17.00 WIB
Paroki Payak Kumang- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
KEUSKUPAN AGUNG KUPANG
Paroki Kampung Baru- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Katedral- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 16.30 WITA
Paroki Kotabaru- St. Maria Assumpta:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WITA
Paroki Naikoten- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 16.30 WITA
Paroki Penfui- St. Yoseph Pekerja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WITA
Paroki Tofa- St. Mathias Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.00 WITA
KEUSKUPAN AGUNG MAKASSAR
Paroki Andalas- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
Paroki Bantaeng- Siti Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WITA
Paroki Kare- Ratu Rosari:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 18.00 WITA
Paroki Katedral- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.30, 18.30 WITA
Paroki Mandonga- St. Clemens:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
Paroki Mariso- St. Yakobus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.30, 18.30 WITA
Paroki Nanggala- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 09.00 WITA
Paroki Panakukang- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
Paroki Sadohoa- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
Paroki Sungguminasa- Simon Petrus Gembala Yang Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
KEUSKUPAN MALANG
Paroki Batu- Gembala Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00 WIB
Paroki Blimbing- St. Albertus Magnus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 17.00 WIB
Paroki Curahjati- Maria Ratu Para Rasul:
Stasi Muncar- Immanuel:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Genteng- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Jember- St. Yusuf:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.30, 17.30 WIB
Paroki Katedral- St. Maria Gunung Karmel:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 12.00, 16.30, dan 18.30 WIB
Paroki Langsep- St. Vincentius a Paulo:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Lawang- St. Perawan Maria Tak Bernoda:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Lely- St. Perawan Maria Diangkat ke Surga:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 17.00 WIB
Paroki Pamekasan- Maria Ratu Para Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Pasuruan- St. Antonius Padua:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 17.00 WIB
Lain-lain:
Kapel RS. St. Vincentius A Paulo:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15, 17.30 WIB
KEUSKUPAN MANADO
Paroki Amurang- Kebangkitan Kristus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WITA
Paroki Ignatius- St. Ignatius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WITA
Paroki Kleak- St. Joseph Pekerja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00, 18.00 WITA
Paroki Kotamobagu- Kristus Raja:
Stasi Guaan- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 09.00 WITA
Paroki Malalayang- St. Theresia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00. 18.00 WITA
Paroki Manembo-Nembo- Maria Ratu Para Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Pineleng- St. Fransiskus Xaverius:
Kapel Seminari Tinggi Pineleng- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00 WITA
Paroki Tanawangko- Hati Kudus Yesus:
Stasi Lemoh- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
Paroki Tataaran- St. Antonius Padua:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 18.00 WITA
KEUSKUPAN MANOKWARI-SORONG
Paroki Kaimana- St. Martinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIT
Paroki Manokwari- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIT
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
Paroki Brastagi- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 20.00 WIB
Paroki Hayam Wuruk- St. Antonius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.30, 19.00 WIB
Paroki Helvetia- Padre Pio:
Stasi Helvetia- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Jl. Sibolga- St. Laurentius Brindisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Katedral- Hati St. Perawan Maria Tak Bernoda Asal:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Paroki Lubuk Pakam- Gembala Yang Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.30 WIB
Paroki Mandala- St. Yohanes Penginjil:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Medan Timur- St. Petrus:
Stasi Pancing- St. Mikael:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Nusantara- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Padang Bulan- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Pasar Merah- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Sidikalang- St. Maria Pertolongan Orang Kristen:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Tebing Tinggi- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Paroki Katedral- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00, 11.00, 18.00 WIT
KEUSKUPAN PADANG
Paroki Air Molek- St. Theresia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Dumai- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Duri- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 11.00 WIB
Paroki Katedral- St. Theresia d/ Kanak-Kanak Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012 : Pk. 06.15 dan 18.30 WIB
Paroki Labuh Baru- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 19.00 WIB
Paroki Padang Panjang- St. Petrus Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.30 WIB
Paroki Pangkalan Kerinci- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Pekanbaru- St. Maria Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Paroki Katedral- St. Perawan Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Kuala Kapuas- St. Matius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 16.30 WIB
KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG
Paroki Katedral- St. Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.30, 17.30 WIB
Paroki Hati Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.30, 18.00 WIB
Paroki Lubuk Linggau- Penyelenggaraan Ilahi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45 WIB
Paroki Muara Bungo- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Sungai Buah- St. Fransiskus de Sales:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 18.00 WIB
KEUSKUPAN PANGKAL PINANG
Paroki Bengkong- St. Damian:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Stasi Kabil- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Paroki Katedral- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00 WIB
Stasi Baturusa- St. Yohanes Pembaptis:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Lubuk Baja- St. Petrus:
Stasi Pancur- St. Aloysius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Tanjung Balai Karimun- St. Yosep:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Paroki Tanjung Pandan- Regina Pacis:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WIB
Paroki Tanjung Pinang- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Stasi KM. 17- St. Matias:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 10.00 WIB
Stasi Tanjung Uban- St. Yohanes Bosco:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Tiban- Kerahiman Ilahi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG
Paroki Bengkulu- St. Yohanes Penginjil:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Kenten- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Palembang- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.00, 17.30 WIB
KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK
Paroki Katedral- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00 WIB, 19.00 WIB
Paroki Kotabaru- Keluarga Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Pemangkat- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.30 WIB
Paroki Pontianak- Gembala Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.30, 17.30 WIB
Paroki Sesilia- St. Sesilia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Siantan- Stella Maris:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Singkawang- St. Fransiskus Assisi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 08.00, 18.00 WIB
Paroki Sungai Pinyuh- St. Kristoforus:
Stasi Anjungan- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Paroki Sungai Raya- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
KEUSKUPAN PURWOKERTO
Paroki Banjarnegara- St. Antonius:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Stasi Klampok- Theresia de Lisaux:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Stasi Mandiraja- St. Mikael:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
Stasi Purwonegoro- St. Yohannes Maria de Vianney:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Brebes- St. Maria Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Stasi Jatibarang- St. Paulus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Cilacap- St. Stephanus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WIB
Stasi Kawunganten- St. Bernardus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
Kapel Sidanegara- St. Eugenius de Mazenod:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Paroki Gombong- St. Mikael:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB
Paroki Katedral- Kristus Raja:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WIB
Stasi Ajibarang- St. Bernadeth:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Kebumen- St. Yohanes Maria Vianney:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB
Paroki Mejasem- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Pekalongan- St. Petrus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15 WIB
Paroki Pemalang- St. Lukas:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB
Paroki Purwokerto Timur- St. Yosep:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 17.00 WIB
Stasi Sokaraja- St. Lukas:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Tegal- Hati Kudus Yesus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.00, 17.00 WIB
Stasi Banjaran- St. Fransiskus Xaverius:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Wonosobo- St. Paulus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB
KEUSKUPAN AGUNG SAMARINDA
Paroki Balikpapan- St. Theresia:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 18.00 WITA
Paroki Bontang- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WITA
Paroki Dahor- St. Petrus & Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WITA
Paroki Katedral- St. Maria Penolong Senantiasa:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 08.00, 17.00, 19.30 WITA
Kapel Kampung Jawa- St. Petrus & Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WITA
Paroki Melak- St. Markus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
Paroki Temindung- St. Lukas:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WITA
KEUSKUPAN SANGGAU
Paroki Pusat Damai- St. Perawan Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 18.00 WIB
Paroki Sekadau- St. Petrus & Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00, 16.00 WIB
KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG
Paroki Ambarawa- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15, 18.00 WIB
Paroki Atmodirono- Keluarga Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00, 19.00 WIB
Paroki Babadan- St. Petrus & Paulus:
Stasi Cangkringan- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
Paroki Babarsari- St. Maria Assumpta:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WIB
Paroki Baciro- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Banteng- Keluarga Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Banyumanik- St. Maria Fatima:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 17.30 WIB
Paroki Bongsari- St. Theresia:
Stasi Panjangan- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Stasi Semarang Indah- St. Mikael:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Boro- St. Theresia Lisieux:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Dirjodipuran- St. Inigo:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30 WIB
Paroki Gamping- St. Maria Assumpta:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB
Paroki Ganjuran- Hati Kudus Yesus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 16.00, 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Gemolong- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Stasi Sumberlawang- St. Fransiskus Xaverius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
Paroki Girisonta- St. Stanislaus Kostka:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.30 WIB
Paroki Jepara- Stella Maris:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Kalasan- Marganingsih:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Stasi Maguwoharjo- Bunda Maria:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Karanganyar- St. Pius X:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 16.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 16.30 WIB
Paroki Karangpanas- St. Athanasius Agung:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00, 19.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Katedral- St. Perawan Maria Ratu Rosario:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 16.30, 18.00 WIB
Paroki Kendal- St. Antonius Padua:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Paroki Kidul Loji- St. Fransiskus Xaverius:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30 WIB
Paroki Klaten- St. Maria Assumpta:
Stasi Senden- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.30 WIB
Paroki Klepu- St. Petrus & Paulus:
Kapel Ngento-ento:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Kotabaru- St. Antonius:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 12.00, 16.30, 18.00 WIB
Paroki Kumetiran- Hati St. Perawan Maria Tak Bercela:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15 WIB
Paroki Lampersari- Mater Dei:
Stasi Sambiroto- St. Petrus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB 17.30 WIB
Paroki Magelang- St. Ignatius Loyola:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 16.30 WIB
Paroki Magelang- St. Maria Fatima:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15 WIB
Paroki Ngawen- Emmanuel:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Pangkalan- St. Mikael:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.45, 17.00 WIB
Paroki Pati- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WIB
Paroki Pringwulung- St. Yohanes Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30, 19.00 WIB
Paroki Pugeran- Hati Kudus Yesus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Stasi Bangunharjo- St. Martinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Stasi Gunung Sempu- Salib Suci:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Stasi Padokan- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Paroki Purbayan- St. Antonius:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 06.15, 12.00, 17.00 WIB
Paroki Purbowardayan- St. Maria Regina:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Purwosari- St. Petrus:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30 WIB
Paroki Salatiga- St. Paulus Miki:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Stasi Getasan- St. Yusup:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Sendangguwo- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30 WIB
Kapel Plamongan Indah- Yesus Maria Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Sragen- St. Perawan Maria di Fatima:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 16.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15 WIB
Paroki Sukoharjo- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00 WIB
Paroki Tanah Mas- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Tegalrejo- Kristus Raja Semesta Alam:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 07.00 WIB
Paroki Ungaran- Kristus Raja:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Wates- St. Maria Bunda Penasehat Yang Baik:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
Stasi Bonoharjo- St. Maria Mater Dei:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Paroki Wedi- St. Maria Bunda Kristus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 17.00 WIB
Paroki Weleri- St. Martinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15, 18.00 WIB
Paroki Wonogiri- St. Yohanes Rasul:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Lain-Lain:
Kapel Unika Sanata Dharma- St. Robertus Bellarminus (Kapel Mrican):
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 12.00 WIB
Kapel Unika Soegijapranata- St. Ignatius Loyola:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 12.00 WIB
KEUSKUPAN SINTANG
Paroki Sungai Durian- Maria Ratu Semesta Alam:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 16.00 WIB
KEUSKUPAN SURABAYA
Paroki Bojonegoro- St. Paulus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WIB
Paroki Citraland- St. Yakobus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 19.00 WIB
Paroki Darmo Satelit- Aloysius Gonzaga:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.30, 18.30 WIB
Paroki Dukuh Kupang- Redemptor Mundi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 06.30, 16.30, 19.00 WIB
Paroki Jemur Andayani- Gembala Baik:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30, 19.15 WIB
Paroki Jombang- St. Maria:
Stasi Kertosono- St. Hubertus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Karang Pilang- St. Yusuf:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.30, 16.30, 18.30 WIB
Paroki Katedral- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.15, 16.30, 18.30, 20.00 WIB
Paroki Kediri I- St. Vincentius A Paulo:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Stasi Puh Sarang- St. Maria Lourdes:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Kediri II- St. Yosef:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 17.30 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.30 WIB
Paroki Kenjeran- St. Marinus Yohanes:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Kepanjen- Kelahiran St. Perawan Maria:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Madiun I- St. Cornelius:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.15, 08.00, 18.00 WIB
Paroki Madiun II- Mater Dei:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.00, 17.20 WIB
Paroki Mojokerto- St. Yoseph:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Stasi Krian- Kebangkitan Kristus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Ngagel- St. Maria Tak Bercela:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 07.30, 16.30, 18.30 WIB
Stasi Arief Rachman Hakim- St. Agustinus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Ngawi- St. Yosef:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Pagesangan- Sakramen Mahakudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.30 WIB
Paroki Perak- St. Mikael:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Pogot- Ratu Pecinta Damai:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 19.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Purimas- Roh Kudus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Sawahan- St. Vincentius a Paulo:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30 WIB
Paroki Sidoarjo- St. Maria Annunciata:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 08.00 (pelajar), 17.00, 19.00 WIB
Paroki Tropodo- Salib Suci:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Paroki Tuban- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 18.00 WIB
Paroki Wonokromo- St. Yohanes Pemandi:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00, 19.00 WIB
KEUSKUPAN TANJUNG KARANG
Paroki Bandarjaya- St. Lidwina:
Stasi Gotong Royong- St. Hubertus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 10.00 WIB
Paroki Katedral- Kristus Raja:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 06.00, 17.00 WIB
Paroki Kedaton- St. Yohanes Rasul:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 05.30, 17.00 WIB
Paroki Metro- Hati Kudus Yesus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 17.00 WIB
Paroki Teluk Betung- Ratu Damai:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
Stasi Panjang- St. Petrus:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIB
KEUSKUPAN TANJUNG SELOR
Paroki Tarakan- St. Maria Immakulata:
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.30 WITA
KEUSKUPAN TIMIKA
Paroki Katedral- Tiga Raja:
Selasa, 21 Februari 2012: Pk. 18.00 WIT
Rabu, 22 Februari 2012: Pk. 18.00 WIT

